Jakarta, Financeroll.com - Bursa-bursa saham utama Asia, seperti Nikkei, Hangseng dan Kospi di perdagangan Kamis ini, kemungkinan besar akan diawali dengan sesuatu yang kurang bagus karena factor sentiment negatif dari bursa saham Wall Street yang mana pada perdagangan tadi pagi ditutup dengan kondisi yang turun tipis.
Sedikit mereview perdagangan sebelumnya, ketiga bursa utama Asia, Nikkei, Kospi dan Hangseng ditutup menguat sangat setelah factor akan peredaman harga property di China kembali tertutupi dari permukaan bursa regional serta data tankan survey Jepang yang naik amat.
Nikkei sendiri menguat tajam setelah hasil survey aktivitas bisnis di Jepang yang terkandung pada data survey Tankan Bank of Japan diluar dugaan dilaporkan naik diatas perkiraan bursa sehingga sector industry langsung rally.
Pun demikian dengan Hangseng setelah kebijakan property di China yang menginginkan harga perumahan tak meroket tentunya memberi peluang koreksi pula pada sector property dan perbankan, kali ini tertutupi sementara karena factor momentum Tankan Jepang tersebut.
Kospi pun melanjutkan rally, dimana factor Tankan memberi dorongan yang sangat kuat ke sector tehnologi dan industry dimana Samsung Heavy Industries yang mendapatkan pesanan 10 kapal container.
Kali ini sector perbankan nampaknya akan memberi gambaran negative terlebih dahulu di bursa regional setelah Anglo Irish Bank diturunkan peringkat hutangnya cukup tajam awal pekan lalu dan segera akan dinasionalisasi, serta rencana the Fed yang akan memberi stimulus ekonomi baru yang biasanya akan memberi support negative terhadap sector property dan perbankan, plus kebijakan property yang akan baru dari Beijing, sehingga momentum ini nampaknya tak bagus bagi sector ini di kemudian hari.
Masalah intervensi bank sentral Jepang untuk melemahkan yen, nampaknya belum muncul ke permukaan, itupun kalo level 82 disentuh lagi, bila tidak maka pola intervensi ini tak akan ada, dimana Jepang sendiri mengharapkan suatu usaha joint intervensi bank sentral seperti yang dilakukan minggu lalu bersama dengan Brazil dan Korea Selatan.
Dus bila intervensi ada, maka harapan perbaikan dari sector eksporter ini kembali nyata, namun melihat sector ini yang sudah undervalue, hari ini kemungkinan besar akan sedikit terdorong keatas atau adanya minat beli di level rendah tentunya.
No comments:
Post a Comment